Apa Yang Belum Terpikirkan Oleh Paslon Presiden?..

Setelah kedua pasangan calon menyampaikan visi misi, program dan debat. Kita sebagai rakyat dan pemilih tentu akan menilai mana yang layak untuk dipilih dengan berbagai variable penilain, mungkin saja tentang attitude ( perilakunya ), ketrampilan ( skill ) nya, pengetahuan ( knowledge ) nya dan lain lain sesuai dengan apa yang digunakan pemilih. Namun sebatas penulis amati ada beberapa hal yang belum terpikir oleh kedua pasangan paslon presiden.

Dalam hal ini penulis akan menyampaikan dua hal, yaitu Pembangunan Inklusif dan Poltik Inklusif. Sebelum memahami apa yang penulis maksud pembangunan inklusif dan politik inklusif perlu kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan inklusif.

Inklusif berasal dari Bahasa Inggris “inclusive” yang artinya “termasuk di dalamnya”.

Secara istilah berarti menempatkan dirinya ke dalam cara pandang orang lain/ kelompok lain dalam melihat dunia, dengan kata lain berusaha menggunakan sudut pandang orang lain atau kelompok lain dalam memahami masalah secara menyeluruh ( komprehensif ).

Setelah memahami istilah inklusif kita akan pahami bagaimana pembangunan inklusif. Secara internasional sudah berkembang tentang indek indek inklusif, diantaranya ada pendidikan inklusif, ada indek keuangan inklusif ( IKI ) dan juga ada ekonomi inklusif. Untuk ekonomi inklusif beberapa lembaga internasional sudah mempunyagi gagasan indikator ekonomi inklusif, diantaranya adalah Asia Development Bank ( ADB ) dan Word Economyc Forum ( WEF ).

Asia Development Bank memiliki gagasan bahwa ekonomi inklusif mencakup beberapa variable, diantaranya terdiri atas tiga pilar yaitu pertumbuhan yang tinggi dan berkelanjutan untuk menciptakan dan memperluas peluang ekonomi, perluasan akses untuk menjamin masyarakat dapat berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari pertumbuhan. Selain itu, jaring pengaman sosial untuk mencegah kerugian ekstrim.

Sedang World Economic Forum  mendefinisikan ekonomi inklusif sebagai suatu strategi untuk meningkatkan kinerja perekonomian dengan perluasan kesempatan dan kemakmuran ekonomi, serta memberi akses yang luas pada seluruh lapisan masyarakat.

Dari kedua konsep di atas dapat kita pahami, bahwa ekonomi bukan sekedar untuk kesejahteraan saja, tetapi juga meperhatikan yang lain seperti kesenjangan ekonomi dan kesempatan setiap warga negara. Sehingga ukuran ekonomi bisa dilihat dari berbagai aspek. Bukan sekedar pertumbuhan ekonomi saja.

Dalam hal ini penulis mencermati bahwa negara yang masih mengandalkan sumber daya alam ( natural base ) tentunya akan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi, dengan cara mengekplorasi sumberdaya alam, dan tentunya ada perusakan alam dan hilangnya sumberdaya alam. Padahal sisi ini sangat perlu diperhatikan. Siapapun orang bisa kaya dengan menjual sawahnya tanpa harus berpikir bagaimana memanfaatkan sawah untuk mendapatkan nilai ( pendapatan ). Antara naiknya pertumbuhan ekonomi juga perlu diimbangi dengan menghitung kerugian alamnya. Konstruksi perlu menghitung destruksinya. Apabila tidak menghitung destruksinya, bisa jadi destruksi ( perusakan lebih tinggi ) dibanding konstruksi ( pembangunan ). Dua variable ini yang perlu diperhatikan dalam pembangunan, sehingga bisa menjadi pemimpin yang mampu meningkatkan pertumbungan ekonomi karena kepemimpinannya untuk menggerakan seluruh elemen negara khususnya sumberdaya manusia tanpa merusak sumber daya alam, pajak yang berlebihan dan hutang yang semakin tinggi. Itu contoh dua variable saja untuk berpikir pembangunan inklusif.

Lalu bagaiman dengan Politik Inklusif, politik inklusif adalah sebuah konsep yang tidak parsial, yang artinya tidak membedakan kelompok manapun dengan mengotak kotakan pendukung atau bukan pendukung, tetapi konsep menyeluruh tanpa membedakan kelompok atau pendukung. Politik inklusif ditandai dengan tidak merendahkan atau menjatuhkannya salah satu pihak, tetapi bagaimana adu konsep untuk keseluruhan ( komprehensif ), bukan parsial.

Jika kita mampu membentuk masyarakat yang memiliki kedewasaan politik inklusif, kita akan memiliki isu isu yang positif yaitu isu konsep pembangunan yang diperdebatkan dan konsep itu adalah konsep yang komprehensif ( menyeluruh ). Jika kita mampu membantuk konsep pembangunan inklusif, kita akan memperhatikan pembagunan dengan kerusakannya juga. Pembangunan dengan keadilannya seperti pemerataan pendapatan dan lain lain. Dengan memiliki politik inklusif dan pembangunan inklusif, penulis yakin kita lebih menjadi negara yang bahagia dalam politik dan cepat dalam pembangunan. Bukan disibukan saling menjatuhkan yang parsial dan perebutan.

Tulisan sekedar ide atau gagasan dari penulis dan penilaian pribadi dari penulis, semoga bermanfaat bagi kita semua Bangsa Indonesia. @supriadi.


Bagikan manfaatnya..

BIIZAA ASIA © 2021 Biizaa Asia

Education Template