AYO SEKOLAH ONLINE DI >>
prosedur restrukturisasi akuntansi bumdesa

Akuntansi Keuangan BUM Desa Menyesuaikan PP No 11 Tahun 2021 Tentang BUM Desa

Pemahaman Restrukturisasi Akuntansi BUM Desa

Akuntansi Keuangan BUM Desa Menyesuaikan PP No 11 Tahun 2021 Tentang BUM Desa atau Badan Usaha Milik Desa ini penting untuk kita sampaikan karena dalam PP No 11 Tahun 2021 Tentang BUM Desa mensyaratkan bahwa dalam setiap semester 6 ( bulan ) BUM Desa wajib untuk menyampaikan laporan keuangannya. Laporan Keuangan BUM Desa tersebut setidaknya memiliki 2 ( dua ) laporan yaitu posisi keuangan atau yang disebut dengan neraca dan laporan rugi laba atau yang disebut dengan income statement.

Biizaa akan menyampaikan solusi tentang BUM Desa atau Badan Usaha Milik Desa yang sebelumnya belum memiliki pembukuan atau pencatatan keungan yang disebut dengan akuntansi, sehingga langkah langkah yang disampaikan dalam tulisan ini mampu untuk membantu BUM Desa untuk memiliki laporan keuangan sesuai dengan standart akuntansinya.




Untuk lebih jelasnya akan kami sampaikan gambar di bawah ini:

prosedur restrukturisasi akuntansi bumdesa
prosedur restrukturisasi akuntansi bumdesa
Langkah Pertama Menyusun Prosedur

Langkah yang pertama dilakukan untuk merstrukturisasi akuntansi BUM Desa adalah menyusun prosedur atau langkah langkah dalam transaksi BUM Desa, sehingga langkah langkah transaksi / akuntansi dapat disesuikan dengan siklus akuntansi.  Dan prosedur prosedur yang perlu disusun atau ditetapkan adalah sebagai berikut:

1. Prosedur Kas.
2. Prosedur Penjualan.
3. Prosedur Piutang.
4. Prosedur Pembelian.
5. Prosedur Utang.
6. Prosedur Persediaan.
7. Prosedur Aktiva Tetap.
8. Prosedur Penggajian.
9. Prosedur Pelaporan Keuangan.

Prosedur prosedur di atas disusun dengan baik dan dari setiap prosedur tersebut setidaknya memiliki 4 unsur sebagai berikut:




  1. Otorisasi
  2.  Validasi
  3.  Pencatatan.
  4. Pengarsipan.
Langkah Kedua Staffing

Langkah kedua adalah melakukan staffing atau menyediakan sumberdaya manusia sesuai dengan pengetahuan dan ketrampilan di berbagai bidang dalam akuntansi, namun apabila BUM Desa belum besar, bisa menetapkan seorang Akuntan saja, tetapi apabila sudah besar dan membutuhkan bagian bagian, BUM Desa bisa menentukan lini lini akuntan sebagaimana di bawah ini:

  1. Akuntan Kas.
  2. Akuntan Piutang
  3. Akuntan Hutang
  4. Akuntan Harta tetap
  5. Akuntan Pajak
  6. Staff Pergudangan.
  7. Dan lain lain di bidang akuntansi.
Langkah Ketiga Setup Software

Langkah ke tiga adalah menyediakan peralatan baik hardware maupun software, untuk menggunakan akuntansi biizaaa, cukup dengan menggunakan komputer atau laptop yang terkoneksi di internat dan mendaftar di akuntansi biizaa serta bekerja dengan mudah secara online, software tersebut bisa diakses di Akuntansi Tech.

Dalam aplikasi tersebut telah disediakan tutorial langsung, dimana pengguna bisa belajar langsung menggunakan aplikasi / sistem informasi akuntansi yang sesuai dengan BUM Desa. Baik bidan jasa, dagang maupun manufaktur.




Langkah Keempat Setup Akun

Langkah ke empat adalah dengan merancang COA ( Chart Of Account ) atau standart bagan akun, sehingga memiliki kesamaan atau keseragaman tentang struktur akun dalam akuntansi BUM Desa. Dengan menyusun akun ini akan mendapatkan informasi keuangan yang ada dalam neraca maupun laba rugi. Penyusunan ini terdiri dari Kelas Akun yang teridri dari Harta, Kewajiban, Pendapatan dan Biaya yang akan dibagi lagi dalam grup akun seperti harta yang terdiri dari harta lancar dan harta tetap. Selanjutnya akun akun seperti harta lancar yang terdiri dari bank, kas, piutang persediaan dan lain lain.

Dalam Akuntansi Tech, sudah disediakan secara default dalam standart akuntansi Indonesia, sehingga pengguna dapat menyesuika dengan BUM Desa, untuk ditambah, dihapus maupun di edit atau diganti.

Langkah Kelima Test Dan Evaluasi

Langkah ke lima adalah menguji aplikasi tersebut dengan menggunakan data dummy atau data untuk uji coba di segala jenis transaksi dan jurnal hingga laporan keuangannya.

Langkah Keenam Saldo & Neraca

Langkah ke enam adalah menyusun saldo, artinya dalam setiap akun dibutuhkan saldo awal atau saldo dalam periode atau waktu tertentu, biasanya kondisi existing. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan menghitung aset, kewajiban, pendapatan dan biaya biaya selanjutnya dijurnal atau dicatat alam Akuntansi Tech dan menghasilkan laporan.

Langkah Ketujuh Laporan




Langkah ke tujuh setelah menemukan saldo atau total dari harta, kewajiban, pendapatan dan beban, maka selanjutnya adalah membuat laporan neraca dan laba rugi yang sudah disediakan menu nya dalam Akuntansi Tech.

Langkah Kedelapan Audit

Untuk menjamin kualitas laporan baik laporan keuangan komersial maupun laporan fiskal atau pajak, maka perlu dilakuka audit ke belakang sampai analisa / bukti transaksi dengan benar. Sehingga hasil laporan lebih valid dan bisa digunakan sebagai acuan untuk pencatatan laporan keuangan ke depan. ( supriadi asia ).

Untuk mencoba sekaligus belajar langsung praktek silahkan kunjungi Akuntansi Tech.

Apakah tulisan ini bermanfaat?...

Klik bintang untuk menilai

Rata Rata Penilaian 0 / 5. Jumlah Vote: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.


Bagikan manfaatnya..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BIIZAA ASIA
Ada yang bisa kami bantu? .
Image Icon
Profile Image
Biizaa Service Perlu bantuan ? Istirahat
Biizaa Service