Agro Village | Menyelesaikan Masalah Desa Dengan Pendekatan Pertanian

Kita telah mengenal agropolitan, yang merupakan konsep pengembangan daerah dengan pendekatan pertanian, karena memiliki sumber daya pertanian yang sangat bagus. Begitu juga dengan desa, bisa menerapkan konsep agrovillage untuk menyelesaikan masalah masalah di desa, terutama pertumbuhan ekonomi, lingkungan, pengangguran dan kesejahteraaan masyarakatnya.

Agro village atau desa pertanian merupakan konsep bertumbuh kembangnya desa karena sistem dan usaha agribisnis yang mampu melayani, mendorong dan meningkatkan pembangunan desa. Yang semula pertanian di desa dijalankan secara parsial ( sendiri sendiri oleh petani ) maka dengan agro village akan dikonsep dalam suatu kebijakan desa. Dengan menjadikan konsep kebijakan desa, maka dapat dioptimalisasi sumber daya tumbuhan dan hewan, yaitu perkebunan, pertanian, perikanan dan peternakan.

Desa menyediakan Village Resource Planing yang merencanakan seluruh sumberdaya desa dalam bentuk pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan menjadi satu kesatuan konsep pembangunan. Data dan informasi tentang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan dimiliki oleh pemerintah desa guna melayani konsumen. Selain itu village resource planning juga memberikan informasi tentang sumber daya modal dari dalam desa ( pemodal ), sumberdayana manusia ( petani, peternak dan ahli ), produk pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan untuk melayani konsumen baik dalam desa maupun luar desa.

Setelah membangun village resource planning, maka desa juga menjembatani membuat customer relationship managemennya, desa memfasilitasi pemasaran produk agribisnis keluar dengan memuat CRM ( Customer Relationship Management ) baik untuk pasar retail, pasar industri maupun pasar pemerintah. Dengan memadukan sistem Village Resource Planning dan Customer Relationship Management untuk produk produk pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan akan meningkatkan dan mempercepat menuju desa mandiri.

Agro Village merupakan jawaban atas banyaknya program agropolitan yang sulit berkembang, karena desa memiliki kewenangan yang besar dan kesibukan yang tinggi untuk mengatur desanya. Sedang agropolitan merupakan kebijakan pemerintah. Dan antara agropolitan serta agrovillage, perlu dicarikan formula kebijakan agar antara kepentingan daerah dan kepentingan desa menjadi harmonis dalam membangun desa, daerah dan negara.

Bagaimana konsep agrovillage, Village Resource Planning dan Customer / Public Relationship Management direncanakan dan diaplikasikan. Bisa mengundang kami Biizaa Public Solution WA 085645524839. @supriadiasia.

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BIIZAA ASIA