9 Informasi Keuangan BUMDes yang Harus Kita Ketahui.

Keuangan Bumdes

BUMDes yang bisa diselesaikan masalahnya dan bisa dikembangkan adalah BUMDes yang terukur, terutama terukut dalam keuangannya. Dan untuk terukur kita perlu memiliki informasi, tentuny informasi keuangan BUMDes sebagai ukuran dan alat untuk membantu mengambil keputusan BUMDes. Informasi keuangan diperoleh dari data transaksi yang diolah menjadi informasi dan informasi keuangan BUMDes tersebut yang harus kita ketahui.

Informasi Keuangan BUMDes apa saja yang harus kita ketahui dalam menjalankan usaha BUMDes?..




Yang pertama adalah informasi Modal, darimana modal diperoleh dalam Keuangan BUMDes, apakah dari penyertaan modal dari desa, apakah dari penggalangan dana masyarakat atau apakah dari investor atau pihak lain yang menyertakan modal di BUMDes.

Yang kedua adalah harta, baik harta lancar berupa kas, tabungan, piutang atau sejenisnya dan harta tetap seperti gedung, kendaraan atau harta lain yang bisa digunakan dalam menjalankan usaha. Dengan mengetahui jenis dan jumlah harta, kita akan mengetahui uang darimana digunakan untuk apa saja. Uang dari modal digunakan untuk kas dan peralatan usaha dan lain lain, sehingga informasi dalam keuangan BUMDes tersebut mencerminkan dana digunakan untuk apa saja.

Yang ketiga adalah hutang, baik hutang lancar ( jangka pendek ) maupun jangka panjang. Dengan mengetahui informasi hutang, jumlah dan jatuh temponya BUMDes bisa menyiapkan keuangan agar tidak terjadi hutang tidak terbayar atau kena denda dan resiko resiko hutang lainnya. Sehingga dengan informasi hutang, Keuangan BUMDes dapat dikendalikan.

Yang ke empat adalah pendapatan, dalam keuangan BUMDes terutama dalam laporan laba rugi, pendapatan merupakan informasi yang sangat penting. Baik jenis pendapatan, sumber pendapatan dan jumlah pendapatan kita ketahui, sehingga dengan informasi pendapatan kita akan bisa lebih fokus untuk meningkatkan potensi pendapatan BUMDes kita. Karena tahu dimana potensi pendapatan berada dan bagaimana cara meraih potensi pendapatan tersebut.

Yang kelima adalah biaya, dalam keuangan BUMDes kita harus mengetahui informasi biaya apa saja dan berapa yang perlu kita ketahui. Karena dengan mengetahui biaya dalam keuangan BUMDes, kita akan mengetahui biaya biaya apa saja yang bisa ditekan atau disatukan agar lebih efisien. Karena dengan menekan biaya secara otomatis akan mampu meningkatkan laba. Sebagai contoh, biaya transportasi pengiriman produk. Jika kita mengetahui biaya transportasi pengiriman produk bisa disatukan untuk mengirimkan beberapa produk sekaligus kepada konsumen. Maka secara otomatis akan mengurangi biaya dalam keuangan BUMDes.




Yang ke enam adalah perubahan modal atau ekuitas, dalam keuangan BUMDes kita harus tahu pertumbuhan atau perkembangan modal atau kekayaan dalam BUMDes dari tahun sebelumnya, hingga tahun berjalan. Sehingga kita akan mengetahui apakah BUMDes tambah kaya atau tambah miskin. Dan apabila mengalami kerugian atau pertumbuhan modal / kekayaan / ekuitas menurun apakah karena tingginya biaya atau karena menurunnya pendapatan dapat diketahui dari mengetahui perubahan modal dalam keuangan BUMDes.

Ke tujuh, kemampuan membayar kewajiban jangka pendek. Kewajiban jangka pendek bisa berupa hutang atau kewajiban operasional BUMDes. Dengan mengetahui jumlah aset lancar diantaranya kas dan mengetahui kewajiban lancar baik berupa biaya operasi maupun hutang yang harus dibayar jangka pendek ( kurang dari satu tahun ), maka BUMDes akan bisa mengetahui kemampuan bayarnya. Jika ternyata aset lancar atau uang tunai lebih kecil dari kewajiban lancar seperti membayar gaji, listrik dan lain lain. Maka BUMdes tersebut tidak sehat dan perlu segera dibenahi.

Yang ke delapan adalah kemampuan menghasilkan laba. Dalam keuangan BUMDes dikenal profitabilitas, yaitu kemampuan BUMDes dalam menghasilkan laba. Laba yang dihasilkan oleh BUMDes apakah sudah bagus atau justru menurun. Dan yang biasa menjadi patokan adalah BI rate atau suku bunga BI. Apabila BUMDes mampu membukukan laba di atas suku bunga BI, maka BUMDes tersebut baik kinerjanya. Tetapi apabila dibawah BI rate atau suku bunga bank Indonesiia. Maka BUMDes tersebut kinerjanya tidak baik. Oleh sebab itu, maka informasi kemampuan menghasilkan laba dalam keuangan BUMDes perlu diketahui.

Yang ke sembilan adalah kemampuan membayar hutang, terutama hutang jangka panjang dan modal dari desa. Keuangan BUMDes akan memberikan informasi penting tentang kemampuan BUMdes dalam mengembalikan baik modal maupun hutang BUMDes yang harus dibayar dalam jangka panjang. Apabila kekayaan BUMDes tidak sebanding dalam membayar hutang dan mengembalikan modal, maka BUMDes tersebut tidak sehat. Dan perlu disehatkan.




Sembilan informasi Keuangan BUMDes tersebut yang wajib diketahui baik oleh pembina, pengawas dan pengelola serta manajer unit unit usaha BUMDes. Sehingga keuangan BUMDes dapat berjalan dengan baik dan mensejahterakan masyarakat desa. ( supriadi asia / biizaa.com ).

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •