3 Hal Yang Menyebabkan Perencanaan BUMDes Gagal Berjalan.

Perencanaan Bumdes

Untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa, tahapan pertama adalah Perencanaan BUMDes itu sendiri, sebelum Badan Usaha Milik Desa dibawa dalam Musyararah Desa ( Musdes ). Perencanaan BUMDes sangat menentukan keberlanjutan BUMDes. Karena gagal merencanakan, sama saja merencanakan sebuah kegagalan.

Menurut pengalaman Biizaa ada beberapa hal yang menyebabkan Badan Usaha BUMDes gagal dalam merencanakan, diantaranya adalah BUMDes masih menggunakan pola lama. Yaitu mendirikan BUMDes dimulai dari produk karena sumberdaya alam, modal dan sumberdaya manusia tersedia. Maka dengan mudah suatu usaha dibuat, karena sumberdaya nya ada semua atau tersedia. Namun pola lama ini sering menyebabkan kegagalan dalam menjalankan BUMDes secara berkelanjutan. Coba kita amati usaha usaha yang dimulai dari membuat produk lalu dijualnya, maka yang terjadi adalah kesulitan menjual dan kehabisan dana untuk pemasaran dan operasional usaha. Peralatan  yang diperbantukan pun akhirnya tidak terpakai dan usaha berhenti. Ini adalah pola lama.




Sekarang kita di era informasi dan komunikasi, dimana sumberdaya atau bahan baku lebih mudah di dapatkan dan setiap orang dengan mudah membuat produk, tetapi selalu kesulitan dalam menjual. Oleh sebab itu dalam merencanakan BUMDes di era baru, perlu ada perubahan paradigma. Yang semula diawali dari produk, maka di era informasi dan komunikasi perlu diawali dari konsumen. Artinya perencanaan BUMDes diawali dari menganalisa konsumennya. Baru membuat produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut.

Dan Perencanaan BUMDes yang gagal adalah perencanaan BUMDmes yang tidak memahami dan menganalisa 3 hal yang berkaitan dengan konsumen, yaitu:

  1. Kebutuhan Masyarakat / Konsumen ( Masyarakat Konsumen ). Untuk memulai usaha di era teknologi informasi dan komunikasi, maka yang lebih utama dalam perencanaan BUMDes adalah mengalasika kebutuhan masyarakat konsumen, dengan menganalisa kebutuhan masyarakat konsumen, selanjutnya BUMDes bisa membuat produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Sebagai contoh apabila di suatu daerah masyarakat membutuhkan air minum galon, maka BUMDes dapat merencanakan usaha air isi ulang atau galon dikarenakan ada kebutuhan masyarakat.
  2. Masalah Masyarakat / Konsumen ( Masyarakat Konsumen ). Apabila masyarakat memiliki masalah yang harus diselesaikan, maka Perencanaan BUMDes dapat membuat produk untuk menyelesaikan masalah masalah masyarakat konsumen tersebut. Sebagai contoh adalah masalah permodalan / pembiayaan usaha kecil dan mikro. Sehingga apabila Perencanaan BUMDes mendirikan usaha keuangan mikro ( simpan pinjam ), maka BUMDes dapat menyelesaikan masalah masyarakat berupa pembiayaan / permodalan.
  3. Harapan Masyarakat / Konsumen ( Masyarakat Konsumen ). Dalam perencanaan BUMDes selain memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen, menyelesaikan masalah masyarakat konsumen atau sebagai solusi. Maka Perencanaan BUMDes adalah memenuhi harapan konsumen. Sebagai contoh masyarakat berharap ada tempat untuk berkumpul keluarga, kuliner dan lain lain. Maka Perencanaan BUMDes yang tepat adalah merencanakan usaha pariwisata.




Tigal hal tersebut di atas apabila tidak dilakukan, maka Perencanaan BUMDes cenderung gagal. Karena produk atau layanan yang dibuat BUMDes bukan merupakan kebutuhan masyarakat, solusi atas masalah masyarakat dan diharapkan masyarakat. Hingga akhirnya, justru BUMDes sendiri yang membutuhkan konsumen untuk dibeli. Tentu ini membutuhkan investasi baik modal, waktu, tenaga dan pikiran yang besar dan sering gagal karena kehabisan energi, baik tenaga, pikiran dan modalnya.

Kesimpulannya adalah untuk Perencanaan BUMdes era lama adalah dengan membuat produk dan layanan terlebih dahulu, sehingga sulit menemukan pasar atau pembeli. Dan Perencanaan BUMdes era baru adalah merencanakan produk dengan menganalisa kebutuhan, masalah dan harapan masyarakat terlebih dahulu. Sehingga BUMDes sebagai pemenuh atas kebutuhan masyarakat konsumen, sebagai solusi atas masalah masyarakat konsumen dan sebagai pengantar harapan masyarakat. Jika Perencanaan BUMDes diawali dari hal demikian, dapat dipastikan BUMDes akan lebih berjalan. ( Supriadi Asia / biizaa.com ).

 

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •